Permen jelly belly telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, muncul pertama kali pada akhir tahun 1800.
Sekarang perusahaan permen jelly belly telah membuat 50 rasa baru. Perusahaan jelly belly dapat memproduksi 1680 jelly per detik dengan kecanggihan fasilitasnnya di kota California, Fairfield, dan Chicago Utara.
Perusahaan jelly belly telah dikembangkan produknya menjadi lebih dari 100 macam aneka olahan permen seperti gula-gula, coklat dan aneka kue.

Untuk memeprmudah pendistribusian produk yang telah dicoding, perusahaan jelly belly menggunakan sistem pengkodean yang memudahkan suatu perusahaan untuk mengubah informasi pada kemasan primer dan kemasan sekunder dari setiap produk yang dihasilkan. Sistem ini dapat digunakan pada kemasan karton, kemasan film dan berbagai material lainnya.
Perusahaan jelly belly dapat menggunakan mesin thermal transfer overprinter (TTO), inkjet printer karakter besar dan karakter kecil dariVideojet Technologies Inc, yang tergabung dalam manajemen perangkat lunak Videojet (PCM) untuk mempermudah pengaturan pesan.

Banyak produk jelly belly yang dikemas dalam kemasan film, dan masing-masing produk tersebut memerlukan informasi yang spesifik seperti : tanggal kadaluarsa, komposisi bahan, informasi gizi, berat produk, dan logo. Sebelumnya perusahaan jelly belly menggunakan hot stamp printer dengan pelat titanium untuk pengkodean kemasannya.

Pada tahun 1999, perusahaan jelly belly mulai melihat teknologi baru untuk mempermudah pengkodean pada kemasan film yaitu dengan menggunakan 18 mesin Videojet Dataflex Overprinter, 3 shift per hari, 6 hari kerja dengan sistem cetak rata-rata 85 kantong per menit.

Dengan menggunakan mesin Videojet Dataflex Overprinter, maka perusahaan jelly belly dapat meningkatkan produksinya secara maksimal.

Videojet Dataflex printer memberikan fleksibilitas dalam membuat gambar dan pesan untuk pengkodean pada kedua sisi depan dan belakang kemasan produk jelly belly dengan cara memanfaatkan teknologi inkjet coding and marking. Selain itu penggunaan Videojet Dataflex printer dapat mengurangi penggunaan operator secara manual dalam pengkodean kemasan dan mengurangi kemungkinan kesalahan atau ketidakkonsistenan dari satu jalur produksi.